Minggu, 01 Januari 2012
(Ya Allah mudahkanlah bagiku untuk mendapatkan teman yang shalih)
Adab bersahabat :
- niat bersahabat semata-mata karena Allah.
Diantara orang yang mendapat naunganNya pada hari yang tiada naungan, adalah dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah swt. (Muttafaqun alaih)
- Hendaknya senantiasa bersahabat dengan orang shalih. Diantara keuntungan bersahabat dengan orang shalih adalah dapat mencegah diri kita dari berbuat kejahatan. (perkataan imam Al-Ghazali)
- Dianjurkan memberi salam terlebih dahulu dan memberinya tempat dalam majelis serta memanggilnya dengan nama yang disukainya (HR. Bukhari)
- Jangan mencintai atau membenci yang berlebihan. Hal ini dapat merusak persahabatan (Umar bin Khatab ra)
- Tanda kasih sayang yang dalam bersahabat adalah apabila berjumpa saling bermuka manis dan memberi salam, sehingga berguguran dosa-dosanya seperti daun-daun berguguran kering pada musim kemarau.
- Disunahkan saling memberi hadiah, hal ini menambah rasa kasih sayang. (HR. Baihaqi)
- Jangan bersenda gurau hingga melampaui batas (HR.Tirmidzi)
- Sibukkanlah dengan memandang keburukan diri sendiri. Dan memaafkan kesalahan dan keburukan saudara-saudara kita. (HR. Ibnu Majah)
- saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kebaikan
Disunahkan memilih sahabat yang bersifat :
1.Berakal sehat dan berakhlak mulia (imam ghazali)
2.Bukan ahli maksiat dan bukan pengikut hawa nafsu
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru TuhanNya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaan itu melewati batas.”(QS. Al-Kahfi : 28)
3. Tidak lalai berzikir dan tidak tamak terhadap dunia
“Maka berpalinglah, (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.” (QS. An-Najm : 29)
4. Ahli taubat
5. siap berkorban untukmu, walaupun ia sendiri dalam kesulitan
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah (Ansar) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr:9)
6.bersifat jujur dan bermanfaat dunia akhirat
7.orang shalih
“Dan barang siapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa’ : 69)
8.selalu takut kepada Allah (Umar bin Khatab. Ra)
Wallahu a'lam..
Semoga kita termasuk teman shalih yang membawa kebaikan bagi sahabat kita. aaamiiin...
Kamis, 10 November 2011
"Teori Tangki Cinta"
Key words:
"Anak kecil adalah orang dewasa yang tubuhnya kecil"
"Rasa aman, perhatian dan penghargaan penting untuk anak"
Seringkali dalam komunikasi antar orang dewasa dengan anak kecil menimbulkan kesenjangan karena seringkali kita sebagai orang dewasa kurang memahami bahasa anak-anak, baik itu komunikasi orang tua dengan anak atau komunikasi antar saudara.
Tangki cinta dapat dianalogikan seperti tangki air yang kita pakai sehari-hari untuk menyimpan air keperluan rumah tangga. Setiap saat air tersebut akan dipakai untuk keperluan tertentu dan bila air tersebut sudah sampai tahap tertentu maka harus diisi lagi agar tidak kosong. Sama dengan tangki cinta manusia, jika tangki cinta manusia kosong maka manusia akan mengalami kekurangan energi psikis untuk hidup dengan baik.
Tangki cinta seseorang berkurang seraya mereka hidup. Kadang2 bisa terjadi kebocoran pada tangki cinta, misalnya: saat terjadi perkelahian, adu mulut, malu, merasa tidak disayang, tidak dianggap atau diejek. Perlakuan buruk terhadap seseorang akan membocorkan tangki cintanya, dan jika tangki tersebut bocor maka akan lebih cepat habis, untuk itu harus segera diisi lagi jika masih ingin mempertahankan hubungan.Setiap perbuatan yang memberikan cinta pada seseorang akan mengisi tangki cinta orang tersebut.
Gary Chapman dalam bukunya "Five Love Languages" menyatakan bahwa didunia ini dalam menjalani hubungan terdapat 5 bahasa cinta dan setiap orang memiliki bahasa cinta yang dominan bagi mereka. Berikut adalah kelima bahasa cinta tersebut:
1. Waktu yang berkualitas: memanfaatkan waktu untuk menjalin komunikasi yang baik serta kedekatan secara emosi. Misalnya: saat anak bertanya, seringkali orang dewasa menjawab dengan enggan serta diselingi dengan kegiatan yang lain. Dan seharusnya para dewasa menyadari bahwa anak juga perlu untuk dihargai.
2. Kata-kata positif atau pujian: pujian haruslah tulus dan spesifik. Mengatakan "bagus" atau "hebat" saja tidak cukup. Berikan pujian spesifik atas usaha dan keberhasilan yang dicapainya bukan memuji karakternya, karena seringkali memuji anak atas karakternya membuatnya menjadi ragu. Perjelas apa yang bagus dan hebat dari tindakan sang anak. Jika anak melakukan hal baik dan anda puji dengan tulus dan spesifik, anak akan cenderung mengulangi perilaku positif ini. Di sisi lain, anda telah mengisi "tangki cinta" anak.
3. Sentuhan fisik: pelukan, belaian, rangkulan yang tulus dapat menimbulkan kedekatan secara emosi dengan anak.
4. Pelayanan: membantu mengambilkan makanan, membantu anak mengerjakan PR, memberi pengertian atau penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan anak yang terkadang remeh bagi para dewasa, tapi yang harus kita ingat bahwa pengetahuan anak terbatas, karena pengalaman dan nalar anak tidak sama dengan orang dewasa. Memberikan layanan-layanan kecil dalam batas yang wajar secara tidak langsung mendidik anak untuk mandiri dan percaya diri.
5. Pemberian hadiah: pemberian reward dan punishment yang seimbang dapat menumbuhkan sikap bertanggungjawab pada anak dan merasa dihargai, tidak perlu barang yang mahal tapi ketulusan, karena anak lebih peka akan ketulusan bkn harga barang, keyword : sebagian besar anak tidak menilai hadiah karena anak belum mengerti harga barang tetapi dari ekspresi dan ketulusan kita saat memberikan hadiah tersebut.
Dalam buku "How To Really Love Your Child" DR. Ross Campbell menuliskan ada tiga cara yang juga dapat mengisi Tangki Cinta seorang anak yaitu:
1. Tatapan mata: tatap mata anak dengan lembut saat berkomunikasi dengannya. Saat berkomunikasi, pastikan posisi mata anda dan anak sejajar.
2. Sentuhan fisik, misalnya : elusan dikepala, pelukan sayang, menggandeng tangan anak saat berjalan, atau tindakan apa saja yang menyentuh anak secara lembut, hangat, dan dipenuhi rasa sayang yang tulus.
3. Memberikan perhatian yang terpusat. Bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, maka teori ini bisa menjadi alternatif dalam mengisi Tangki Cinta anak dan memangkas kecemburuan yang bisa saja menimbulkan konflik pada masing-masing anak. Misalnya: dengan mengajak jalan-jalan anak pertama tanpa disertai oleh saudaranya yang lain, lalu bicara dari hati ke hati dengan anak, begitupun terhadap anak yang lainnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan para dewasa agar Tangki Cinta anak tidak berkurang yaitu:
1. Pembandingan. Seringkali pembandingan orang tua terhadap prestasi akademik satu anak dengan yang lain berefek negatif terhadap perilaku anak, karena secara tidak sadar tujuan orang tua membandingkan agar anak mencontoh prestasi saudaranya menjadi bumerang bagi anak yang merasa tidak mampu menandingi prestasi saudaranya, sehingga prestasi2 buruklah yang akan lebih ditonjolkan anak, karena setiap anak ingin mendapatkan nilai yang berbeda di mata orang tuanya. Dalam hal ini, peran saudara teladan bisa menekan efek negatif tersebut.
2. Mengkritik dan mencari kesalahan. Secara sunatullah setiap manusia memiliki "Difens Mekanisme" (upaya mempertahankan diri) yang membuat setiap orang tidak mau dikritik dan disalahkan, sekali lagi anak kecil adalah orang dewasa yang bertubuh kecil, yang apabila kita arahkan dengan baik pola pikir mereka bisa saja menandingi orang dewasa.
3. Kekerasan fisik dan verbal. Seorang anak yang terbiasa mendapatkan kekerasan fisik dan makian dalam pola asuhnya cenderung akan berperilaku kasar dan suka memaki di kemudian hari, karena anak adalah mesin fotocopy yang akan meniru pola kebiasaan lingkungan dimasa tumbuh kembangnya meski itu baik dan buruk, karena anak belum bisa membedakan kebaikan dan keburukan kecuali dengan pengertian.
4. Label yang salah. Dalam "Teori Afirmasi" yang dipopulerkan oleh Claude Steele (1988) bahwa Afirmasi Positif dipercaya membuat seseorang mengubah persepsi diri. Karena alam bawah sadar manusia tidak menerima kata-kata negatif (misalnya: tidak, jangan, bukan dll). Oleh karena itu seringkali kita melihat seorang anak yang malah melakukan apa yang dilarang oleh orang tuanya. Ketika para dewasa memberikan label yang salah pada anak, misalnya dengan mengatakan nakal, bodoh, pemalas dll. Alam sadar anak akan berpikir dan tau bahwa sikap seperti itu yang namanya nakal, bodoh, pemalas dll tapi dia tidak mengerti bahwa sikap itu tidak baik, sedangkan alam bawah sadar anak akan merespon label nakal, bodoh, pemalas dll dengan respon sikap yang nantinya akan timbul seiring dengan habit anak.
Ingat bahwa bahasa cinta setiap orang berbeda. Bahkan orang dewasa dan anak-anak bisa memiliki bahasa cinta yang berbeda. Mengerti apa bahasa cinta adalah salah satu cara untuk menjalin komunikasi yang baik. Belum terlambat untuk memperbaiki dan memulai sesuatu yang baik.
-Lela Munzar-
dari berbagai sumber
Jumat, 24 Juni 2011
Karena aku pun belum utuh
Tahukah kau, hari yang kau jalani kini adalah bagian dari do’aku
Karena ikatan benang merah diantara kita kan menjelmakan asa melalui do’a
Jika saat ini aku belum bisa melukis wajahmu
Ku tahu namamu telah menjelma di kanvas takdirku
Meski ku ingin melukis warna
Tuhan memilih warnamu
Mencipta lukisan abstrak
Hanya kita yang bisa membacanya
Karena hanya satu yang takkan menua diantara kita
Mata…
Karena kelak aku akan jatuh cinta saat bertemu denganmu
(Lela Munzar, 24022011. 21:32)
Selasa, 26 April 2011
Bahaya Aktivasi Otak Tengah
Kisahnya berawal dari berdirinya satu lembaga semacam aktivasi otak tengah di dekat rumahnya di Kentucky. Saat melintas di tempat itu, orangtua Robert melihat banyak sekali anak-anak kecil berusia antara lima hingga duabelas tahun bermain di sana. Merasa tertarik, kedua orangtua Robert akhirnya membawa Robert dan mendaftarkan anaknya itu untuk bisa ikut serta di dalam pelatihan di lembaga tersebut.
Di hari pertama, sang instruktur dengan sangat manis dan lemah lembut bertanya pada Robert kecil, apakah dia ingin bermain seperti anak-anak lainnya? Dengan mata berbinar-binar Robert menganggukkan kepalanya. Sang orangtua tentu saja gembira. Dengan suka rela mereka menyerahkan anaknya kepada instruktur tersebut yang segera memboyong anak tersebut ke dalam ruangan tertutup. Kedua orangtua Robert kembali ke rumah, meninggalkan Robert kecil masuk ke dalam ruangan didampingi sang instruktur yang baru saja dikenalnya.
Di dalam ruangan telah ada sejumlah anak seusianya sedang asyik menulis atau menggambar sesuatu. Sang instruktur kemudian memberikan Robert beberapa helai kertas dan juga pensil berwarna dan meminta anak itu untuk menggambar apa pun yang dikehendaki. Robert pun mulai menggambari kertas putih tersebut. Sang instruktur berjalan mondar-mandir di antara meja dan kursi yang penuh berisi anak-anak kecil.
Robert Duncan dan puluhan anak kecil yang ada di ruangan tersebut, termasuk para orangtuanya, tidak menyadari jika sang instruktur ternyata seorang spesialisBrain Programming yang dengan kekuatan pikirannya mampu mempengaruhi otak orang lain, terlebih anak-anak. Sambil berkeliling ruangan, sang instruktur berusaha menjadikan otaknya sebagai transmiter atau pemancar yang memancarkan gambaran beberapa struktur bangunan sederhana, seperti lingkaran, segitiga, dan persegi empat, dan menyebarkan gambaran itu ke seluruh ruangan agar bisa ditangkap oleh anak-anak tersebut.
Dengan bahasa sederhana, sang instruktur mengirimkan sugesti kepada anak-anak di seluruh ruangan itu, untuk menggambarkan apa yang ada di dalam benaknya. Dia lalu berkeliling ruangan untuk mengamati siapa saja di antara anak-anak itu yang dapat menangkap pesannya dan siapa yang tidak. Robert ternyata mampu menangkap pesan itu. Sebab itu, Robert dan beberapa anak yang berbakat lainnya dipilih dan dimasukkan ke dalam sesi pelatihan khusus tanpa sepengetahuan orangtua mereka.
Di kemudian hari, apa yang dilakukan sang instruktur ini diketahui sebagai “Talent Project”, yang merupakan salah satu bagian dari proyek besar bernama MK-Ultra.
Anak-anak yang terpilih kemudian dilatih secara khusus sehingga mereka tidak saja memiliki dua kepribadian, bahkan empat kepribadian, multiple personality. Setiap anak diberikan satu anchor atau kata kunci, berupa kata, gambar, atau bunyi tertentu, di mana setiap anchor akan mengaktifkan kepribadian atau peran tertentu yang harus dilakukan sang anak. Robert Duncan O’Finioan saat itu disiapkan secara khusus bersama anak-anak berbakat lainya untuk dijadikan tentara masa depan, yang bisa diaktifkan user-nya kapan pun dibutuhkan.
Mereka melewati berbagai proyek percontohan sepertiTalent Project yang merupakan operasi rahasia untuk menemukan anak-anak yang berbakat khusus, laluPhoenix Project—kelanjutan Talent Project yang akan menciptakan anak-anak berbakat khusus itu untuk menjadi unit tempur spesial yang mampu memukul musuh dan bahkan membunuhnya dengan cara-cara yang tidak lazim, dan kemudian Ultimate Warrior Project sebagai tahap terakhir dimana semua anak yang telah lulus melewati rangkaian seleksi akan dijadikan Tentara Super yang memiliki kemampuan supranatural.
Semua proyek bersifat rahasia. Bahkan di dalam internal CIA sendiri, hanya beberapa orang petinggi yang mengetahuinya.
Salah satu operasi milier yang pernah diikuti oleh Robert Duncan ketika masih berusia 13 tahun adalah menolong satu kompi pasukan reguler Amerika yang terkepung di Kamboja tahun 1970-an. Dalam satu operasi hitam (Black Operation), Robert bersama sebelas anak lainnya berusia 7-12 tahun diterjunkan dari helikopter. Begitu mereka diturnkan dari helikopter, peluru musuh berdesingan, namun ajaib, tak satu pun yang terkena.
Dipimpin Robert Duncan, mereka membentuk formasi setengah lingkaran lalu secara serentak mengangkat tangan ke atas. Terlihat cahaya menyilaukan dari tangan mereka seperti lampu blitz. Pada saat itu juga semua musuh mati bergelimpangan, dan tentara AS pun selamat. Ini kisah seperti kisah fiktif. Namun beberapa sumber mengatakan jika hal ini adalah benar adanya. Kalau pun tidak dirilis secara umum, karena ini menyangkut satutest-case bagi proyek rahasia.
Kisah nyata tentang Robert Duncan O’Finioan bisa kita lihat disitus pribadinya (www.duncanofinioan.com). Kisah Duncan juga disinggung secara panjang lebar dalam buku yang ditulis Richard Claproth, Ph.D, seorang praktisi Hipnoterapi dan Pakar Past Life Regression, berjudul “Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah: Menguak Kontroversi Aktivasi Otak Tengah & Hipnosis Massal Secara Investigatif” (2010).
Di Indonesia, lembaga-lembaga pelatihan, aktivasi, optimalisasi, atau apa pun namanya yang menawarkan ‘anak bisa jenius dalam waktu singkat’ beberapa tahun belakangan ini tumbuh bagai jamur di musim hujan. Biayanya pun mencapai jutaan rupiah. Jika kita mencermati sistem dan strategi pelatihannya, semuanya mirip dengan apa yang telah Robert alami dahulu. Apakah fenomena ini terkait dengan Mind Controlling atau Mind Programming yang memang telah diteliti dan dikembangkan CIA sejak era Perang Dunia II? Apakah ini merupakan salah satu bagian dari konspirasi mereka dalam mempersiapkan prajurit-prajurit masa depan untuk menyongsong kedatangan Dajjal di akhir zaman?
# # #
Sebut saja dia sebagai Fulan. Dua anaknya masih bersekolah di sebuah sekolah dasar swasta. Tiap pergi dan pulang kerja, Fulan selalu melewati jalan yang sama. Awalnya Fulan tidak memperdulikan sebuah spanduk berwarna kuning yang selalu digantung di depan sebuah ruko di tepi jalan. Namun suatu sore, ketika jalan yang dilaluinya macet, Fulan tanpa sengaja membaca spanduk itu. Tiba-tiba dia tertarik. Spanduk itu menawarkan sebuah program yang mengklaim mampu untuk membuat anak jenius dalam waktu singkat. Awalnya Fulan ragu, namun tulisan “Garansi Sampai Bisa” membuatnya tergoda untuk mampir ke ruko tersebut. Fulan pun membelokkan kendaraannya ke parkiran ruko itu untuk mencari tahu apa saja yang ada di dalam pelatihan tersebut.
Seorang ibu dengan ramah menerimanya. Kepada Fulan, ibu tersebut menyatakan jika lembaganya merupakan lembaga aktivasi otak anak yang dapat membuat anak menjadi jenius dalam jangka waktu singkat, hanya dalam hitungan hari. Untuk lebih meyakinkan Fulan, sang ibu tersebut memanggil seorang anak perempuan, sebut saja Jane, kelas enam sekolah dasar.
Di depan Fulan, ibu tersebut menutup kedua mata Jane dengan Blindfold, sebuah penutup mata yang terbuat dari kain yang diikat tali di kedua sisinya. Lalu setelah matanya ditutup , ibu tersebut menyodorkan sebuah bahan bacaan. Ternyata walau dengan mata tertutup, Jane mampu membacanya dengan lancar. Bukan itu saja, Jane juga mampu memilih bola dari dalam keranjang besar, sesuai dengan warna yang disebutkan ibu tadi, lalu Jane juga mampu menyebutkan warna-warna bola yang ada, kemudian Jane pun disuruh mewarnai sebuah gambar—masih dengan mata tertutup—dan berhasil.
Fulan tentu saja takjub. Dia tidak habis mengerti bagaimana anak sekecil Jane bisa memiliki “keistimewaan” tersebut.
“Setelah mengikuti semua pelatihan kami, semua anak bisa seperti Jane,” ujar ibu itu setengah berpromosi tanpa lupa menyebutkan jika lembaganya berkomitmen semua anak akan bisa menjadi jenius dengan garansi sampai bisanya. “Jika setelah ikut pelatihan anak bapak belum optimal seperti Jane, kami membuka kelas remedial dan anak bapak bisa terus mengikuti kelas ini sampai berhasil. Kami menggaransi anak bapak sampai bisa dan semuanya gratis.”
Tanpa berpikir panjang, Fulan yang memang ingin membuat anaknya secerdas Einstein—jika bisa, tentu saja—mendaftarkan salah satu anaknya ikut pelatihan tersebut. Walau untuk itu dia harus merogoh kocek dalam-dalam karena pelatihan yang hanya beberapa hari itu ternyata biayanya mahal, mencapai angka jutaan rupiah.
“Untuk masa depan anak, apa pun akan aku lakukan,” ujar Fulan di dalam hati. Tadinya Fulan ingin mendaftarkan kedua anaknya secara bersamaan, namun keterbatasan dana membuatnya harus memilih prioritas. “Biarlah si kecil nanti menyusul”
Maka anak paling tua Fulan yang sudah kelas enam pun ikut serta dalam pelatihan tersebut. Beberapa hari kemudian, pelatihan dinyatakan selesai. Anak Fulan ternyata belum bisa membedakan warna bola dan membaca dengan mata tertutup, padahal beberapa anak lainnya tampak bisa melakukan itu.
“Tenang Pak, anak bapak bisa mengikuti remedial sampai bisa. Gratis. Tempatnya di sini juga…,” ujar ibu tadi. Fulan yang tadinya ingin protes sekarang hanya bisa menggerutu. Ekspektasinya ternyata terlalu tinggi terhadap lembaga tersebut.
Suatu waktu, Fulan menceritakan hal tersebut kepada teman kerjanya. Tak disangka, temannya ini memiliki pengalaman serupa. Dia bilang jika instruktur lembaga tersebut mengatakan kepadanya bahwa anaknya kurang konsentrasi sehingga anaknya tidak optimal di dalam pelatihan.
“Sampai sekarang, walau sudah mengikuti remedial enam bulan, anak saya masih saja tidak bisa membaca dengan mata tertutup. Saya jadi lelah sendiri, akhirnya saya hentikan saja tanpa hasil,” ujarnya seraya mengatakan jika embel-embel “Garansi Sampai Bisa” hanya sebagai tipuan promosi saja. Tidak lebih.
Perasaan senasib sepenanggungan ternyata membawa Fulan dan kawannya tersebut ke sebuah komunitas korban lembaga aktivasi otak. Di dalam komunitas tersebut mereka berbagi kisah tentang penipuan yang dilakukan lembaga-lembaga aktivasi otak yang banyak bermunculan di Indonesia. Ada yang mengaku setelah anaknya ikut dalam pelatihan, ternyata dia bisa melihat dimensi lain alias melihat mahluk ghaib yang menakutkan, ada yang anaknya gagal membaca dengan mata tertutup menjadi depresi karena malu dengan teman-temannya, dan lain sebagainya.
*
Kisah si Fulan dan para orangtua lainnya seperti di atas merupakan kisah nyata. Mereka tertipu oleh promosi yang dilakukan banyak lembaga aktivasi otak yang dilakukan secara gencar, terdengar amat menjanjikan dan meyakinkan, namun ternyata malah menjadikan anak-anak mereka sebagai “kelinci percobaan”. Richard Claproth, Ph.D, di dalam bukunya “Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah” (2010) memaparkan ciri-ciri kegiatan aktivasi otak mana saja yang harus dicurigai sebagai sebuah penipuan. Ciri-ciri ini sama persis dengan kegiatan aktivasi otak yang dilakukan CIA terhadap Robert Duncan O’Finioan di tahun enampuluhan. Ciri-ciri ini antara lain:
Pertama, program ini sama-sama menargetan anak-anak usia amtara 5-12 tahun dengan memakai embel-embel "berbakat", "talent", dan "Jenius";
Kedua, selama program berlangsung di dalam ruangan yang tertutup, orangtua sama sekali tidak boleh berada di dalam ruangan tersebut;
Ketiga, program ini tidak menjamin bahwa semua anak yang ikut pelatihan akan berhasil. Jika tidak berhasil, dikatakan jika anak ini tidak memiliki bakat, dan oleh karena itu tidak bisa menjadi jenius;
Keempat, dahulu diperlukan seorang instruktur yang memiliki kemampuan memancarkan sinyal melalui pikirannya, mirip telepati. Sekarang, dalam program aktivasi otak tengah, sang instruktur tidak lagi perlu mempunyai kemampuan tersebut karena program transmisinya bisa dilakukan dengan melalui sinyal audio dan visual. Sang instruktur cukup memutar audio atau video untuk didengarkan oleh anak-anak yang akan diaktivasi. Sinyal ini yang ditangkap oleh anak-anak kita dan masuk ke dalam pikiran bawah sadarnya, yang dimanipulasi dengan nama "Otak Tengah".
Jumat, 25 Februari 2011
SURAT “UNTUK CALON IBU ATAU YANG TELAH MENJADI IBU”
Bunda aku menangis itulah sebuah perlawanan. Aku menjerit kesakitan. Saat orang itu menusukkan sesuatu kepahaku.sayup-sayup aku mendengar dari mulutnya “sayang sayang jangan menagis, biar kamu sehat dan terhindar dari penyakit”
Bunda andai engkau tahu bahwa cairan yang masuk kedalam tubuhku ada vaksin yang berisi sebuah virus. Bunda tubuhku yang lemah mulai bergolak. System pertahanan yang belum kuat akhirnya melemah. Bunda tubuhku berkerja sedemikian keras untuk melawannya agar aku tetap bisa menikmati hidup.
Bunda seharusnya ini tak perlu engkau lakukan padaku karena ini sungguh menyiksa. Cairan putih yang keluar dari tubuhmu. Itu lebih baik dan cukup untuk meberikan kekebalan pada tubuhku untuk melawan berbagai bibit penyakit. Tapi detik dan menit pun berlalu engkau tak kunjung memberikan aku nutrisi yang aku nanti. Nutrisi yang baru aku tahu namanya “ASI”.
Bunda cairan putih yang masuk kedalam tubuhku. Terasa berbeda dilidahku. Cairan itu tak cukup untuk memberikan makanan kepadaku. Sel-sel tubuhku sekarang kian melemah karena baru melawan monster. Bunda sunggguh ASImu tak terganti dengan susu Formula atau apapun yang berbentuk vaksin.
Bunda tubuhku diciptakan oleh yang MahaKuasa sudah sangat sempurna. Tubuhku bagaikan seorang raja yang dikelilingi oleh Polisi saat sang monster datang menyerang berbentuk bakteri dan virus langsung dibasmi. Setiap detik limfosit dia selalu berportoli menjaga benteng pertahanan.
“Bunda.. bunda..bunda sayangku berikanlah hakku.’’
******
Mungkin itulah curahan dari sang bayi andai dia bisa berbicara dan menulis. Tapi dia hanya bisa mengisyaratkan semua kepada orang dewasa lewat tangisan dan tubuh yang lemah terkadang jatuh sakit.
Saat bayi lahir kedunia ini yang dibutuhkan adalah dia membutuhkan pertolongan sang ibunya. Untuk mendapatkan Imuno globulin A (IgA) yang dia dapat dari ASI. IgA akan melindungi melindungi system percernaan bayi terhadap Mikroba. Bukan Imunisasi atau cairan Putih
Kandungan Nurtrisi terdapat dalam ASI tidak bisa terganti dengan Susu formula atau apapun.
Maha benar Allah dengan segala firmannya
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Bagi yang ingin menyusui secara sempurna, ..." ( al-baqarah : 233)
Saat pertama sekali bayi lahir kedua ini yang perlu dilakukan ibu adalah mendekapnya kedalam tubuh sang ibu dan memberikannya ASI. Tidak ada alasan ASI tidak bisa keluar. Sentuhan bayi itu merangsang hormon kortiksol untuk mengluarkan ASI. ASI pertama sekali ini terdapat kolostrum, susu jolong, atau susu awal yang warnanya kekuningan dan encer yang dia dapat sebelum kelahiran. Selambat lambatnya 30 menit pertama untuk mendapatkan kolostrum ini. Apabila tidak dilaksanakan maka bayi akan kehilangan suatu yang berharga. Walaupun bayi masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, produksi kolostrum selanjutnya hanya 30 mililiter sehari. Itu artinya, kolostrum diproduksi hanya satu mililiter dalam satu jam.
Selain mengenyangkan, kolostrum mengandung zat immunoglobulin atau kekebalan. Kolostrum terdapat protein, vitamin A, karbohidrat, dan lemak yang berguna bagi dihari-hari pertamanya . Terdapat jenis protein yang bertugas memerangi infeksi dalam tubuh itu tidak dimiliki oleh susu hewan. Kandungan zat ini dalam kolostrum sekitar 10 hingga17 kali lebih banyak daripada di dalam ASI matang. Itu sebabkan bayi yang mendapat ASI secara optimal memiliki kekebalan tubuh 15 sampai 20 kali lebih baik. ASI juga mengandung taurin, decosahexanoic acid (DHA), dan arachidonic acid (AA). Ketiga kandungan tersebut sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak bayi Secara fungsional, kolostrum berperan membersihkan air empedu dan mucus (meconium) pada saluran pencernaan bayi. Ini sangat penting karena pada masa sesudah kelahiran, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan lingkungan yang sangat baru bagi sang bayi.
Jadi tidak perlu ketika bayi lahir disuntikan vaksin. untuk memberikan kekebalan pada sang bayi. untuk melawan penyakitnya. Vaksin itu sendiri diambil dari darah orang yang telah terinfeksi oleh virus hepatitis, campak,polio dan sebagainya. Sifat imunisasi sendiri melemahkan system pertahan tubuh. Yang harus dilakukan sang ibu untuk buah hati hanya memberikan ASI
Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut .daripada yang tidak divaksin.
Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.
copas from Rosella Asy-Syam Note.
Selasa, 21 September 2010
Aktivasi otak tengah? Pikirkan dahulu bahayanya!!
* Induksi lateralisasi aktifitas otak tengah menurut sebuah tulisan ilmiah
tahun 2005 malahan dapat mengakibatkan mental stress (tekanan
mental) dan berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death).
Sebagai informasi, di Rusia diperlukan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Ajaibnya di Indonesia suatu perusahaan pelatihan menyatakan hanya perlu waktu 12 jam untuk membuat anak-anak jenius!
Aktivasi dianggap berhasil apabila mereka berhasil mengenali berbagai macam benda dan halangan di sekitarnya dalam keadaan mata ditutup. Dengan demikian anak-anak tersebut akan mampu membaca, menggambar, menghitung, berlari dan menghindari semua rintangan tanpa menggunakan indera penglihatan mereka yaitu mata.
Bahkan mereka berani menjanjikan, anak-anak akan memiliki kemampuan tembus pandang, menyusun kartu remi secara urut tanpa melihat, dapat membaca suatu dokumen rahasia di balik tembok, menghitung uang yang ada dalam dompet di saku baju seseorang, merangkum seluruh isi textbook dalam waktu singkat, memprediksi hal-hal buruk yang bakal terjadi esok, bahkan membaca pikiran orang-orang yang ada di sekelilingnya agar tak mudah tertipu.
Hal itu bagi mereka dianggap sebagai talenta manusia baru di jaman modern ini, karena memiliki kecerdasan tersendiri (jenius) dengan kemampuan extra sensory perception (ESP), sehingga nantinya kita tak lagi tertarik menonton acara pertandingan sulap The Master.
Pandangan di atas tentu tidak begitu saja dapat dibenarkan, karena secara medis kita bisa mengenali fungsi fisiologi seluruh organ dalam tubuh kita.
Mengaktifkan dan menciptakan seseorang untuk memperoleh pengalaman extra sensory perception sudah jauh melenceng dari ranah medis fisiologis. Bahkan hal ini erat kaitannya dengan terjadinya berbagai gangguan mental pada manusia, yang salah satu gejalanya adalah mampu mendengar, melihat, merasakan dan membaca hal-hal yang tidak bisa didengar, dilihat, dirasakan dan dibaca oleh orang-orang sehat lainnya. Sebagai contoh pada kasus-kasus Skizofrenia pasien merasa yakin dengan kemampuannya membaca isi hati dan pikiran orang-orang lain di sekelilingnya, serta meyakini berbagai penglihatan dan pendengaran gaib yang bisa membuat orang lain berdiri bulu
kuduknya.
Sampai hari ini belum ada satupun publikasi yang menyatakan bahwa otak tengah dapat diaktifkan untuk meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade nya menjadi jenius.
selengkapnya silahkan klik: http://www.facebook.com/topic.php?topic=15454&uid=126854126029
Senin, 02 Agustus 2010
Ternyata... Musik klasik TIDAK membuat anak pintar
yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa
tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi
anda sering mendengar lagu klasik.
Riset yang diberi judul "Mozart effect" ini memang khusus meneliti dampak
musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian
ini telah dipublikasikan di US Journal Intelligence.
Pada 1993, pada journal Nature, penelitian dari University of California,
Irvine yang dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya
menemukan bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang
dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap
beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal
mengenai spasial (ruang).
Pada saat itu surat kabar New York Times menulis dengan mendengarkan musik
Mozart dapat menjamin anak-anak mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli
lainnya berkomentar bahwa musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong
kemampuan intelegensia anak-anak.
Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur Georgia, Zell Miller pada
1998 yang memastikan setiap ibu yang baru melahirkan anak akan menerima satu
paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida uga
mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik
minimal satu jam dalam sehari.
Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan
semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap
tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000
partisipator.
Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan
rekan-rekannya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong
peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.
"Silahkan anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan
mendorong kemampuan kognitif anda," kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart
Effect adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott
E. Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang
berjudul "50 Mitos Paling Popular", Lilienfeld menempatkan "Mozart Effect"
pada peringkat keenam.
sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.html
@@@
Islamic News :
Hasil riset universitas Al-Azhar Mesir menyebutkan bahwa Membaca Al-Qur'an mampu meningkatkan kinerja otak dan mempertajam ingatan hingga 80%. Karena ada tiga aktivitas yang baik bagi otak saat kita membaca Al-Qur'an yaitu : melihat, mendengar dan membaca.
Dan tahukah anda bahwa waktu yang waktu yang baik untuk membaca Al-Qur'an adalah pagi hari setelah shalat subuh dan sore hari setelah shalat maghrib.
"Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang. Dia-Lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikatNya (memohon ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang beriman." (QS. Al-Ahzab:42-43)
Sebagai seorang muslim, banyak-banyaklah mencari info, agar tidak terpengaruh propaganda non muslim. semoga bermanfaat..
Kamis, 17 Juni 2010
Untukmu Palestina
Meski pelangi menjelma disini
Palestina berduka kawan
Tidakkah beritanya sampai padamu?
Tidak, tidak akan kami serahkan tanah Al-quds
Pada mereka yang berjiwa angkara
Meski yatim anak-anak kami
Meski teraniaya jiwa raga kami
Jiwa angkara mereka tidak akan menempati Palestina
Meski mereka kikis hingga Gaza tersisa
Darah syahid. Pertahankan Al-quds kami
Meski hanya dengan batu senjata melawan angkara
Bukankah pasukan gajah dikalahkan oleh kerikil diparuh ababil?
Genggam tanganku saudaraku, satukan langkah kita
Palestina tetap mulia kawan
Karena takbir kami kan selalu menggema
Menggetarkan ArsyNya
Senin, 29 Maret 2010
short story
gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali. Kemudian, ambillah satu ranting saja. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."
plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu dan saat berjalan, tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak ku ambil ranting tersebut. saat ku melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi, baru ku sadari bahwasanya ranting-ranting yang ku temukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang un pada akhirnya."
gurunya menjawab, "Jadi, ya... itulah cinta."
@@@
Pada hari yang lain...
Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
gurunya pun menjawab, "Ada hutan yang subur di luar sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon. Kemudian, tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan."
Plato pun berjalan dan tidak berapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. pohon tersebut bukanlah pohon yang segar atau subur, dan tidak juga terlalu tinggi. pohon itu biasa-biasa saja.
gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"
plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. jadi, ketika ada kesempatan aku lihat pohon ini, dan ku rasa tidak buruk-buruk amat, kuputuskanlah untuk menebangnya dan membawanya ke sini. aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk menebangnya."
gurunya pun menjawab, "Ya... itulah perkawinan."
Selasa, 09 Februari 2010
Sadar dengan Sebuah Kehilangan
Tapi sahabat muslim tercinta, bagaimana dengan kehilangan yang tak pernah kita sadari. sesuatu yang hilang itu mungkin kita kira tidak berharga. Sehingga ketika hilang pun kita tidak merasakan apa-apa. Bingung ya..
Mari kita urut satu-persatu ya...
Tanpa terasa, kita sudah kehilangan waktu yang berharga
“Demi masa… sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”
(QS. Al-‘Asr : 1-3)
Sahabat muslim tercinta, secara tidak sadar trend hidup masa kini serta teknologi yang makin berkembang telah membentuk manusia menjadi pribadi yang berpola hidup instant, semuanya serba mudah. Tidak heran gaya hidup perkotaan sering menjadikan manusia tidak lagi menghargai waktu, menjadi orang yang manja dan terbiasa bersantai.
Sahabat muslim tercinta, yuk kita belajar menghitung. Allah Maha Adil memberikan kita waktu yang sama dalam sehari semalam, 24 jam atau 1440 menit atau 86400 detik. Begitulah waktu, tanpa sadar sering tidak dipergunakan dengan bijak. Jika hari berganti, berlalu pula waktu tanpa menunggu.
Waktu, jika kita ibaratkan sebagai sebuah lautan yang luas, maka manusia yang berada di dalam lautan itu hanya mempunyai dua pilihan yaitu menyelam atau tenggelam. Ketika kita ingin memanfaatkan laut untuk menyelam, tentu saja kita harus mempersiapkan peralatan menyelam. Kacamata air yang membuat kita bisa melihat keindahan dalam laut, tabung oksigen, pakaian khusus untuk menyelam dan peralatan menyelam lainnya. Tentu saja dengan persiapan yang matang dan jika kita mau memanfaatkan kesempatan ketika berada di dalam laut, akan ada hasil yang kita dapatkan. Misalnya : ikan, bintang laut, rumput laut dan bermacam-macam isi lautan yang lainnya.
Akan tetapi jika kita tidak mempersiapkan penyelaman serta tidak memanfaatkan kesempatan dengan baik ketika di dalam lautan, maka sampai tiba waktunya kita akan kehabisan nafas dan tenggelam di dalamnya.
Begitulah waktu, secara sunatullah akan terus berjalan, hingga nanti tak ada lagi jatah waktu yang tersisa karena semua akan ada akhirnya. Hanya saja ada yang beruntung dan ada juga yang merugi.
Sahabat muslim tercinta, mau menjadi orang yang beruntung ataupun merugi kini jawabannya ada pada diri kita.
Siapkah kita memanfaatkan waktu yang ada untuk kebaikan? Karena kebaikan itu sesungguhnya kita sendiri yang merasakan manfaatnya. Gak mau kan masuk ke dalam golongan orang merugi?
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari Allah swt)” (QS. Al-Anbiya’ :1)
Nauzubillahi min dzalik…
Tanpa terasa kita makin jauh dari keteladanan Rasulullah dan para sahabat
Sahabat muslim tercinta, pergaulan hidup antar manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pola pikir serta tingkah laku seorang manusia.
Contohnya : Pada saat ini kita berada dalam keadaan dimana nilai ukhuwah menjadi sesuatu yang mahal. Semua pertolongan, perlindungan, pengorbanan kerap di nilai dengan kompensasi. Dimana ada hak, ada kewajiban. Ada uang, ada pelayanan. Tiba-tiba seorang muslim jadi merasa wajar hidup dalam karakteristik individualistik (semua serba pribadi).
Inilah salah satu prestasi yang ingin dicapai oleh orang-orang di luar Islam, karena mereka tahu bahwa umat Islam berjaya di zaman Rasulullah karena adanya rasa persaudaraan sesama mukmin yang begitu kuat mengakar dalam jiwa mereka.
Allah Berfirman :“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara…” (QS. Al-Hujurat : 10)
Oleh karena itu semua media digunakan oleh orang-orang di luar Islam untuk mengaburkan nilai-nilai Islam, salah satunya dengan meluaskan jargon individualisme, sehingga meredupnya rasa ukhuwah antar umat muslim saat ini.
Apakah kita salah satu korbannya?
Seorang psikolog mengatakan : “Tingkah laku dan sifat seseorang ditentukan oleh tiga hal : orang tua, lingkungan dan apa yang dia baca.”
Sehingga tidaklah berlebihan ketika Imam Al-Ghazali mengatakan : “Hendaknya senantiasa bersahabat dengan orang shalih. Diantara keuntungan bersahabat dengan orang shalih adalah dapat mencegah diri kita dari berbuat kejahatan”
Study kasus misalnya : ketika kita berbicara tentang keteladanan Rasulullah dan para sahabat, di zaman sekarang ada saja yang berpendapat : itu kan dizaman Rasul dan mereka bisa langsung meneladani Rasulullah karena berinteraksi langsung.
Keistimewaaan generasi pertama Islam yaitu para sahabat sehingga mereka mampu melakukan lompatan luar biasa memimpin garda peradaban dunia di masa itu sehingga Islam menemukan kejayaan, dalam buku -Ma’alim fi ath-Thariq- Sayid Quthb menjelaskan : ”Kehebatan generasi sahabat bukan semata-mata karena di sana ada Rasulullah saw, sebab jika ini jawabannya berarti Islam tidak rahmatan lil ‘alamin. Kehebatan mereka terletak pada semangat mereka untuk belajar lalu secara maksimal berupaya mengamalkannya.”
Sahabat muslim tercinta, bisa dikatakan bahwa umat Islam saat ini tengah mengalami Krisis Identitas. Sebuah keadaan dimana nilai-nilai Islam mengalami pelunturan justru di tengah-tengah umat Islam itu sendiri. Tanpa kita sadari perlahan-lahan pengaruh di luar Islam telah membuat nilai-nilai Islam menjadi asing di mata umat Islam itu sendiri.
Apakah kita justru menjadi bagian dari peluntur nilai-nilai Islam itu?
Na’ uzubillahi min dzalik…
Dimulai dari gaya ikut-ikutan yang sering di jargonkan “Gak ada loe, gak rame”. Mending kalo itu untuk kebaikan, gimana kalo dimanfaatkan orang untuk sesuatu yang tidak baik.
Misalnya nih, dalam bulan februari ini, yang ‘katanya’ ini bulan cinta, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk merayakan valentine days. Padahal jika kita kaji lagi, valentine days itu sesungguhnya tidak ada tuntunannya dalam Islam.
Coba deh, sekali-kali kita teliti. Biasanya di bulan februari ini banyak sekali orang-orang yang mengeluh pengeluarannya membengkak lantaran beliin cokelat, kado dan sebagainya untuk sang pacar. Kan mubazir tuh, coba kalo diinfak pahalanya bisa berkali-kali lipat.
Allah berfirman : “Ðan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”
(QS. Bani Israil : 36)
Sahabat Muslim tercinta, jika tidak ingin kehilangan lebih banyak lagi. Kita harus banyak belajar dan mencari info, karena segala sesuatunya pasti ada ilmunya. Dan Allah menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan, jika kita mau mengkaji lebih dalam sesuatu yang dilarang pasti ada manfaatnya. Hanya saja terkadang kita belum mengetahui, belum mengkaji atau bahkan sudah tahu tapi belum mencoba untuk mengamalkannya.
Semua tergantung kita, mau terus-terusan jadi korban atau ikut dalam barisan orang yang beruntung.
Yuk, berlomba cari pahala, biar nggak terus-terusan rugi karena kehilangan. Jadilah pemuda muslim yang bangga dengan Islam. Karena Islam agama kita, milik kita dan kebaikan yang ada di dalamnya barang tentu untuk kita juga…
Kan keren tuh, kalo kita udah pinter sholeh juga..
Sukses dunia akhirat…
mau?
Bersiap yuk…
Salam Ukhuwah
Lela Munzar (Humas FLP OKU)
Selasa, 22 Desember 2009
Buka Hati, Gali Inspirasi dari Permaisuri Hati

Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu. Apalagi mengimbanginya. Sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh. Anak adalah buah cinta dari dua hati. Tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. Ia dititip dalam rahim sang ibu selama sembilan bulan : disana sang anak hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot sari pati kehidupan seorang ibu. Lalu ia keluar diantar darah : inilah ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.
(Anis Matta, Lc)
Allah berfirman :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya selama dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah tempat kembalimu.”
(QS. Luqman : 14)
Mari kita putar kembali detak-detak cinta ibunda dan ayahanda yang telah merawat kita sejak kecil hingga bisa berdiri tegak saat ini. Dan tentu saja setiap orang pasti mempunyai momen dan kenangan istimewa yang berbeda-beda bersama orang tua tercinta yang telah membagi separuh hidupnya untuk kita.
“Orang tua adalah pintu syurga paling tengah. Terserah padamu, apakah kau sia-siakan pintu itu atau memeliharanya.” (HR. Tirmidzi)
Tak dipungkiri lagi bahwa orang tua atau lebih spesifiknya lagi seorang ibu adalah madrasah peradaban dalam kehidupan sang anak. Ibarat kata pepatah air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.
Dari Abu Hurairah ra, ia menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :
“Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan, melainkan ia dilahirkan dalam keadaan suci bersih, maka ibu bapaknya yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi. Sama halnya seekor hewan (binatang) ternak, maka ia akan melahirkan ternak pula dengan sempurna. Tiada kamu dapati kekurangannya.”
Meski begitu tidak menutup kemungkinan masih ada mutiara di dasar lumpur.
Karena keimanan dan hidayah tidak dapat diwarisi dari orang tua yang bertaqwa atau pun sebaliknya, jika Allah sudah memilih maka anak seorang penjahat sekalipun bisa mendapat hidayah.
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”
(QS. Al-Qasas : 56)
@@@
Orang tua berhak memiliki posisi istimewa di hati anak-anaknya, bagiku keduanya mempunyai porsi yang sama besar dihatiku.
Meski aku tak sempat membahagiakan ayah, aku berharap do’a kami bisa menyejuk teduhkan kuburnya dan ia mendapat tempat yang layak disana. Amiiin…
mereka memotivasi diriku untuk belajar banyak dan berupaya untuk lebih baik jika kelak aku menjadi orang tua.
Mama, bagiku beliau adalah Permaisuri hati yg memberikan begitu banyak inspirasi kebaikan dalam hidupku.
Mama yang dengan sabar membesarkan kami sejak 10 tahun lalu ayah berpulang
Mama yang dengan tegar dan berjiwa besar meski hak kami tak sampai ditangan
Mama yang selalu meyakinkan kami untuk belajar mandiri
Mama yang memberikan kami kebebasan untuk mengembangkan potensi
Mama yang selalu mengingatkan kami untuk tetap memelihara silaturahmi meski dengan orang-orang yang tak ingin menyimpul benang itu dengan kami
Mama…
Yang entah butuh berapa kata untuk menggambarkan sosok mulianya…
Beliau adalah motivasi terbesarku untuk membangun mimpi masa depan dan lebih baik dari sekarang…
Maafkan aku ma, yang pernah menyakiti hati mama. sengaja atau tidak
Ma, Ku tak bisa mengubah yang telah terjadi, tapi aku kan menjanjikan yang terbaik
@@@
Di momen hari ibu ini, ku persembahkan puisi cintaku untuk mama tercinta
Ku tuliskan bahasa hati untuk mama tercinta
Aku ingin mama selalu tersenyum bahagia
Dalam setiap hembusan nafasnya
Karena mama, aku ada dan mengenal dunia
Teduh matamu, hangat senyummu
Mengalirkan energi baru dalam qolbu
Seakan aku ingin mempersembahkan semesta untukmu
Walau aku tahu
Tak akan mampu membalas semua jasamu
Mama harus tahu
Betapa aku menyayangimu
Aku tak ingin ada duka menyelimutimu
Maafkan aku belum bisa mempersembahkan kebanggaan kepadamu
Tapi aku kan menjanjikan yang terbaik
Hanya doa terlantun selalu
Semoga Allah mengampuni dosamu
Menaungimu dalam rahmatNya selalu
Kelak syurga yang kekal menantimu
dan mempertemukan kita di indah jannahNya
Amiiin…
Terima kasih ma,
Atas semua cinta, kasih sayang, air mata, pengorbanan
dan semua yang telah engkau berikan..
I Love you, mama..
@@@
Benar kiranya apa yang dikatakan oleh seorang tokoh penyair, Syauqi, yang dalam memuliakan wanita beliau mengatakan :
“Seorang ibu adalah lembaga pendidikan
Yang jika benar-benar mempersiapkannya
Berarti telah mempersiapkan sebuah generasi
Yang benar-benar tangguh.”
buat saudariku,para calon ibu dan para muslimah
belajarlah dari madrasah peradaban kita, karena kelak kita akan membentuk madrasah yang diharapkan akan lebih baik bagi putra puteri generasi rabbani
Jumat, 11 Desember 2009
SEDIAKAN SELALU RUANG UNTUK DIBENCI
(Ya Allah mudahkanlah bagiku mendapatkan teman yang shalih)
“Jangan engkau kira sebuah kata yang keluar dari saudaramu yang mukmin adalah keburukan. Sebab bisa jadi ia adalah kebaikan yang ditangguhkan untukmu.”
(Umar bin Khattab. Ra)
Beri ruang di dalam diri kita untuk mereka yang membenci kita.
Tanpa ada ruangan yang kita sediakan untuk kebencian orang lain kepada kita, bisa jadi kita akan bersikap sangat reaktif, dengan membalas kebencian dengan kebencian serupa atau lebih. Bahkan tidak sedikit yang melawan dengan kebencian dengan perilaku lebih buruk dari kebencian itu sendiri.
Beberapa hikmah yang bisa kita petik dari ruang kebencian itu antara lain :
1. Tidak ada manusia yang sempurna
Manusia memang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan dengan ciptaan Allah swt yang lain. Namun harus kita sadari bahwa kita tetap memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, utuh, tanpa cela dan tanpa kekurangan. Jika kita menyadari ini, sangatlah pantas jika kita sellau menyediakan ruang dalam hati kita untuk dibenci, karena kita pun bukan manusia yang sempurna. Banyak kekurangan pada diri kita, yang mungkin saja akan tidak disukai oleh orang lain.
2. Keberagaman itu sangat indah
Keberagaman adalah bagian dari fitrah penciptaan dan keindahan. Ada banyak keberagaman yang kita temukan, dari pola pikir, sifat sampai hobi. Tapi bisa jadi karena keberagaman itu, atau lebih tepatnya karena perbedaaan ada orang yang membenci kita, karena kebencian selalu ada selagi ada yang menghendaki kesamaan. Namun hanya Allah yang mampu mempersatukan dan menyeragamkan.
Firman Allah QS. Al-Anfal:63.
”Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.”
3. Memahami latar belakang setiap orang
Perbedaan latar belakang sering membuat orang lain tidak mudah menerima kita. Perbedaaan latar belakang sering menjadikan sebuah maksud baik tidak berbalas malah kadang perbedaan menjadi penyebab lahirnya kebencian.
Kita bisa melihat contoh dari Rasulullah saw, ketika beliau berdakwah sering mendapat perlakuan kasar dari kafir quraisy, di Thaif misalnya bahkan Rasulullah dilempari dengan batu hingga tubuhnya penuh luka dan berlumuran darah. Melihat penyiksaan itu, malaikatpun menawarkan diri untuk menimpakan gunung kepada orang-orang kafir. Namun beliau menolaknya dengan mengatakan ”Jangan, karena mereka tidak tahu.” bahkan dalam kesabaran itu beliau berdoa : ”Wahai Rabbku, ampunilah kaumku. Sesungguhnya mereka hanyalah kaum yang belum mengetahui”
Beliau telah memberikan contoh cara membalas kebencian yang sangat indah dengan memaafkan dan mendoakan.
4. Kepuasan manusia adalah pemenuhan yang tak berujung
Jangan pernah mencari nilai di mata manusia.
5. Tidak ada manusia yang sempurna, dengan begitu kita tidak berkecil hati jika dibenci atau sebaliknya kita tidak sombong jika dipuji
6. Dengan adanya keberagaman kita bisa belajar memahami diri kita dan orang lain
7. Berbaik sangka lebih indah
8. Jadikan sarana untuk memperbaiki diri
wallahu 'alam...
Sumber : Majalah tarbawi dengan sedikit tambahan
Rabu, 02 Desember 2009
Ku Bersyukur jadi Muslim
Bahagia jadi muslim
Semoga iman kita slalu terjaga
Bila kita sama muslim
Kita adalah saudara
Tiada berbeda satu dan lainnya
Bila ada yang berbeda
Atau ada khilafiyah
Bukan berarti kita harus berpisah
Bila ada yang tak sama
Sampaikanlah penuh cinta
Semoga Allah menuntun kita semua
Semoga kita slalu dalam ampunan Allah
Dan slalu dalam lindungan dan rahmatNya
Jauhkanlah dari segala godaan dan dosa
Ya Allah tuntunlah hambaMu
Munsyid : Hedi Yunus
Selasa, 01 Desember 2009
yang ku terbangkan di detak waktu mustajab
air mata ikut mengalir
saat satu harap kembali terukir
rinai hujan ku nisbat sebagai saksi
suatu saat nanti
saat asa berganti nyata
aku ingin rinainya tetap menjadi pertanda
rahmatNya kan selalu menaungi jiwa
tak ada ragu
karena Dia Yang Maha Tahu
baturaja, 20 11 09
saat hujan menyampaikan doa
Selasa, 10 November 2009
Tak seindah biasa
bahwa mentarimu tak seindah biasa
kawan, kau bercerita tentang masa lalu sambil tertunduk lesu
saat itu, belasan tahun yang lalu
kita bercengkrama dengan terpias hujan sore
kaki kecil kita berlari menyusuri gang-gang sempit
bermain air parit yang menguap setinggi mata kaki
kita tertawa bersama
tanpa risau
tanpa hirau
kini kau dan aku berdiri, kawan
di depan taman yang dulu tempat kita menangkap kupu-kupu
tapi kini taman itu tak lagi semenarik dulu
karena ulat tak sempat bermetamorfosa menjadi kupu-kupu
kalah oleh kokohnya beton rumah biru
kawan, kita harus bicara
walau lewat raut yang menyirat
tanpa kata
tanpa suara
saat asa kita bertemu
ku untai satu kata merdu
"karena kelak kita adalah seorang ibu"
yang menginginkan yg terbaik buat putra putri generasi rabbani
bukan udara yg penuh debu
atau virus jenis baru yg mengancam permata hatimu
ah, kawan. bumi sudah renta
paru-paru bumi keropos perlahan terbabat oleh keegoisan
mentari semakin tak berseri
angin dingin
rembulan tak seindah dulu, kecut karena tertutup kabut asap
satu tanya kembali menggelitik
mengapa terhadap barang antik mereka tertarik?
tapi...
orang-orang tua?
bumi yg kian renta?
mereka tak jua bergerak merawatnya
kawan, karena kelak kita adalah seorang ibu
yang menginginkan yg terbaik buat putra putri generasi rabbani
bukan udara yg penuh debu
atau virus jenis baru yg mengancam permata hatimu
mari kita berbenah, kawan
biarkan anak kita ikut merasakan
indahnya masa kecil yg pernah kita lewati di gang-gang sempit dan taman kenangan
yg riang bercengkrama dengan hujan
asyiknya mengejar kupu-kupu yg terbang malu-malu
bukan hanya dari cerita nostalgia kita...
Minggu, 25 Oktober 2009
'Suami Artis'
ada satu pertanyaan yang ingin diutarakan sang gadis.
“ustadz, dalam sebuah buku yang saya baca, ada kalimat : ”ada akhwat yang nikah. selama ini dia sudah istikharah, dan tiap istikharah yang keluar nama saya. tapi kelihatannya Allah menakdirkan beliau yang duluan.”
apakah istikharah tidak selalu memberikan jawaban pasti?
sang kakek berkata : ”ananda, istikharah itu hanya upaya manusia. sedangkan hasilnya hanya Allah yang menentukan.”
”berapa usia ananda sekarang?” tanya sang kakek.
”dua puluh tahun ustadz.” jawab si gadis.
sang kakek tersenyum, kemudian berkata : ”kakek doakan ananda bisa mendapatkan suami yang artis.”
si gadis penasaran, ”kok artis ustadz, bukankah dunia artis itu sangat riskan dengan hal-hal negatif?”
sang kakek tersenyum lagi, ”kenapa? tidak semua artis buruk. ananda pasti takut dengan gaya hidup para artis yang glamour dan suka nikah cerai itu kan.”
si gadis terdiam.
”jangan khawatir, artis yang ini limited edition. karena artis itu sifatnya bukan profesinya.
A = Amanah
R = Religius
T = Tekun dan Tawakkal
I = Istiqomah
S = Sabar
dengan punya suami artis, isyaAllah ananda bisa hidup glamour dan gemerlap dalam keimanan, karena dia tampan dalam berakhlak. menikahlah dengannya untuk saling melengkapi dan belajar berproses untuk kebaikan dan ceraikan semua sifat-sifat buruk ananda.”
”tapi ustadz, saya seorang gadis yang biasa saja, dimana saya bisa menemukan suami artis itu?” tanya si gadis.
”dari perbaikan diri ananda dan jangan lupa minta sama Allah. kakek juga akan mendoakanmu.” ujar si kakek.
si gadis mengamini di dalam hati, seiring dengan mentari yang bersinar pagi itu.
Jumat, 23 Oktober 2009
karena birunya hilang di ujung petang..
tak ku inginkan kau seelok purnama yg menghias malam..
karena pesonanya tak selalu hadir di setiap kelam..
tak perlu seindah dan seelok mereka..
menjelmalah seperti kehendak TuhanMu..
yang mencipta tanpa kesia-siaan..
karena engkaulah sebaik-baik penyempurnaan..
bagimu dan untukku...
mengalirlah bersama hembusan angin pagi ini..
menyapaku dengan tenangnya pesonamu..
mengalirkan energi baru yang kau susupi..
melalui pori-pori dan sel-sel darahku yang membeku..
ku simpan pesonamu disini..
hingga hadirmu menjelma..
bukan dalam mimpi..
atau bayang yang tak pasti..
Rabu, 07 Oktober 2009
Tak Kenal Henti - Shoutul Harokah
Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (urusan), maka kerjakan urusan lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap
Alhamdulillah... Perjuangan kita untuk mengembalikan izzah sejak runtuhnya supremasi kedaulatan ummat di Turki delapan dasawarsa yang lalu hingga kini terus bergelora.
Di rentang waktu itu, kita pun menyaksikan dan merasakan betapa kerasnya berbagai rintangan yang menghadang.
Kegagalan ataupun keberhasilan pada satu fase dakwah, seringkali melumpuhkan semangat kita untuk terus berjuang.
Kegagalan atau keberhasilan bukanlah isyarat untuk berhenti berjuang.
Dan seharusnya kita terus berjuang.
Perjuangan untuk tegaknya keadilan harus terus melaju melanglang buana menembus batas-batas geografis.
Bangsa Palestina mengajari kita bagaimana seharusnya kita berjuang. Pengusiran, penangkapan sampai pembantaian tak pernah mampu menahan laju perjuangan mereka untuk terus mengusir yahudi sang penjajah.
Kita tidak boleh berhenti berjuang. Karena seharusnya...
Kita Tak Kenal Henti...
Senin, 05 Oktober 2009
Musibah, Hikmah dan Taubat Berjamaah
ketika kekuatan alam telah menurunkan bencana.
Segeralah berbenah diwaktu yang tersisa.
Let's start to care and love mother nature...
Now let's start to care and love mother nature...
(Mother Nature - Shaffix)
secara fitrah, tidak ada seorangpun dimuka bumi ini yang menginginkan suatu musibah menimpa pada dirinya.
Bagi seorang mukmin, musibah yang terjadi dan menimpa dirinya di pandangnya sebagai ujian hidup. seorang mukmin dengan konsepsi keimanannya akan mampu memandang persoalan dengan sudut pandang yang berbeda dengan umumnya manusia. Baginya ukuran baik atau buruknya sesuatu, benar atau salah, suka dan dukanya sesuatu semua dikembalikan nilainya kepada Allah swt.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilayhi roji'un". Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah : 155-157)
Hal inilah yang menjadikan seoarang mukmin itu senantiasa berpikir positif dan optimis dalam mengarungi kehidupannya, sekalipun harus menghadapi berbagai ujian, atau kenyataan paling pahit dalam hidupnya, ia tidak akan mudah patah dan berputus asa . Karena ia yakin bahwa setiap kejadian pastilah sudah dalam kehendak dan takdir Allah swt.
Maka tepatlah apa yang di sabdakan Nabi saw :
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin bahwa semua urusannya baik, yang demikian itu tidak terjadi pada siapapun, kecuali untuk orang mukmin, jika menimpanya sesuatu yang menggembirakan bersyukurlah ia maka adalah kebaikan baginya, dan jika menimpanya sesuatu yang menyusahkan bersabarlah ia maka adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim )
Hadist ini dapat menjadi landasan paradigma berpikir seorang mukmin sehingga ia senantiasa berada pada jalan kebenaran, ia selalu memiliki pandangan yang lurus kedepan, pandangannya kuat dan mendasar, luas menjangkau dan seimbang dalam mensikapi segala sesuatunya, dengan demikian ia akan memiliki kesiapan secara mental, pemikiran, lahir dan batin dalam menghadapi realita dan berbagai kemungkinan yang akan menimpa di dalam hidupnya.Dari ujian inilah nantinya Allah akan membedakan siapa di antara manusia yang paling berkualitas keimanan dan amal, bersyukur atas nikmat, istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya atau kufur atas nikmat-Nya dan berputus asa atas cobaan yang menimpanya..
Oleh karenanya tidak ada alasan bagi orang-orang beriman untuk lari atau menghindar dari ujian dan cobaan dalam hidupnya, tidak ada kamus putus asa dalam menghadapi segala macam ujian, karena ujian itu ternyata merupakan cara Allah untuk meningkatkan kualitas orang-orang beriman.
Bahkan ujian yang Allah berikan pada manusia sebagiannya merupakan cara Allah memberi ampunan pada orang-oarang yang sabar dalam menerima cobaan-Nya.
Bagaimana peran kita terhadap musibah yang menimpa bangsa ini?
saya merasa amat sedih dengan beberapa sikap anak bangsa ini. satu contoh soal kepedulian.
ketika saya dan teman-teman menggalang dana solidaritas untuk Palestina dengan berkeliling kota Baturaja. masih ada tanggapan miring dari beberapa pihak dengan mengatakan :
"urus negeri sendiri dulu, baru negeri orang?"
"sampe dak bantuannya, jangan-jangan ... ?"
"dek-dek, susah-susah, panas-panas, mending tidur di rumah?"
"kurang kerjaan, mending menghasilkan duit."
"kalo Indonesia yg kena bencana, saya nyumbang deh"
dan banyak tanggapan miring lainnya. Astaqhfirullah...
beberapa orang teman, ada juga yg agak down karena tanggapan miring itu. tapi saya yakin Allah pasti punya cara untuk menunjukkan kuasaNya. sampai ketika pulang dari penggalangan dana saudara perempuan saya bercerita, ada abang becak yang mengejar mereka untuk menyumbangkan uangnya. tadinya kami memang tidak menghampiri abang becak itu. dengan penuh keringat ia mengatakan :
"alhamdulillah... dek masih ada orang yg peduli seperti kalian. walaw cuma sedikit dari saya ini moga bermanfaat"
mengembun air mataku mendengar cerita itu.
Rabb, Engkau Maha Tahu apa yg ada di hati hamba-hambaMu...
saya juga sedikit heran, ketika ada gempa yang menimpa Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala richer 2 september yang lalu masih juga terdengar komentar hampir serupa.
"di jawa kan, biar orang jawa yg urus. gak usah capek-capek."
Ya Robb, jangan Kau hukum kami karena kelalaian dan kesombongan kami. amiiin...
ketika 30 september kemarin gempa menimpa SumBar, Jambi dan Pariaman, dengan kekuatan lebih dahsyat yaitu 7,6 skala richer.
apakah mereka masih sanggup mengatakan :
"untung sumsel gak kena...?"
wahai saudaraku, jangan menunggu azab itu menimpa kita baru kita mau sadar. musibah di Tasikmalaya dan SumBar juga merupakan teguran Allah untuk kita.
marilah kita beristiqfar bersama-sama. Astaqfirullahal adzim... moga Allah mengampuni kelalaian, kesombongan dan kekhilafan kita. amiiin...
Untuk itu marilah kita jadikan seluruh musibah yang menimpa bangsa kita ini sebagai:
- Pengingatan agar kita tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan datangnya musibah dan bencana yang pernah menimpa umat terdahulu.
- Sarana instropeksi bagi kita untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu (musyrik), tidak sombong dan merasa aman dari azab Allah.
- Upaya mendekatkan diri dan tawakkal kita kapada-Nya.
- Upaya meningkatkan kualitas iman, amal dan taqwa kita untuk mendapatkan ampunan dan surga-Nya.
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
(QS.17:16)
gempa susulan pun terjadi pada pukul 17:58
Tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab penduduknya dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lawh Mahfuz).
(QS.17:58)
Wallahu 'alam
Wahai orang beriman bersabarlah, bangkitlah, tingkatkan takwa kepada Allah.
Dimana ada satu kesulitan, disana ada 2 jalan, bagimu : kemudahan.
sumber : dakwatuna.com dengan sedikit perubahan.
Sabtu, 26 September 2009
'Sang Penonton'
Penonton, orang pertama yang menangis saat cerita sedih yang disuguhkan, tertawa saat adegan lucu yg terlihat, tak jarang geram dan ngomel2 saat si 'antagonis' mulai beraksi, bahagia saat cerita berakhir dg happy ending ataupun berair mata saat cerita berakhir dengan sad ending. Jika kita jeli masih ada adegan yg bisa kita lihat saat pertunjukan selesai, tak jarang sesama penonton saling adu argumen tentang apa yang mereka lihat. Ada yang bisa mengambil 'sisi positif', ada juga yg hanya ngedumel dengan 'sisi negatif' yg ia dapatkan.
Pernahkah kita berpikir bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak berperan sebagai penonton. Kita terbiasa menonton adegan-adegan kehidupan di sekitar kita. mulai dari lingkungan kecil kita dengan ciri khas dan sifatnya masing-masing, tetangga dengan beragam karakter. ada si ramah, si cuek, si pemarah, si baik hati, ada juga yg suka mencaci. Entah label apa yang melekat pada diri kita.
Rasulullah bersabda : "Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya." (HR. Tirmidzi)
sebagai penonton pentas kehidupan, apa yang kita dapatkan? sisi positif ataukah negatif?
Berperanlah sebagai penonton 'si penonton' , orang ketiga yang melihat dari dua sisi sekaligus. Ia masih bisa menyimak cerita dan memahami tanggapan 'si penonton'.
Ada banyak hikmah yang bisa kita petik di sana. cobalah...
